PT. Kontak Perkasa Futures News

Gara-Gara Gatot Brajamusti, Torro Margen Dicecar 20 Pertanyaan

5 Oct 2016 - 08:49 WIB

Kasus kepemilikan senjata ilegal Gatot Brajamusti menyeret banyak orang | PT. Kontak Perkasa Futures Pusat


“Sangat nyaman, kekeluargaan. Ya saya jawab yang setahu saya saja. (Terkait senjata yang dipakai di tahun 2007) itu nanti dari pihak penyidik. Nanti sajalah tunggu,” ujarnya.

Torro menambahkan jika dirinya mengenal Gatot Brajamusti semenjak pria yang dikenal sebagai penasehat spiritual itu menduduki kursi Ketua PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia). Namun, ia mengaku hanya sekadar kenal saja. “Ya sejak 2012 saya kenal sejak beliau saat beliau jadi Ketua PARFI. Jadi gak ada komunikasi sama sekali. Ya bersahabat saja, berteman saja,” tukas Torro Margen.

“Ada 20 pertanyaan. Berkaitan dengan saya sebagai pemain di film DPO,” kata Torro Margen di Resmob Polda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).

Selama diperiksa, Torro Margen mengaku tak mendapatkan pertanyaan yang menyulitkannya. Ia merasa sangat nyaman karena suasana yang dibangun oleh penyidik sangat kekeluargaan. Pria bersuara serak itu pun menjawab sesuai dengan keperluannya.

Kasus kepemilikan senjata ilegal Gatot Brajamusti menyeret banyak orang, khususnya para pemain dalam film DPO yang dibesut oleh Gatot. Salah satu yang ikut diperiksa oleh pihak berwajib adalah Torro Margen.

Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari dua jam, Torro pun keluar dengan tenang. Ia bahkan tak menampakkan rona khawatir, takut atau was was meskipun dirinya dicecar sekitar 20 pertanyaan selama di dalam.

Torro Margens Tak Tahu Senjata Yang Dipakai dalam Film “D.P.O” Asli atau Palsu | PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

Pria kelahiran Pemalang, 5 Juli 1950 ini juga tak menaruh curiga saat melihat senjata itu digunakan sebagai properti shooting.

“Enggak ada curiga apa-apa, saya polos-polos saja pokoknya saya main, memainkan peran saya,” ucapnya.

“Bahwa tokoh-tokoh polisi itu pegang senjata ya wajar-wajar saja, properti itu digunakan polisi ya wajar-wajar saja,” imbuh Torro

Saya enggak lihat itu. Yang saya lihat di film D.P.O yang namanya properti itu kan senjatanya disiapkan oleh art director,” jelasnya.

Torro merasa yakin bahwa rumah produksi Brajamusti Film menggunakan properti berupa senjata api palsu. Tetapi, sekali lagi ia tak bisa memastikan hal tersebut.

“Ya setahu saya ya mainan. Saya enggak megang juga, jadi saya tidak tahu beratnya atau ringannya, ngelihat juga dari jarak jauh, dari jarak lima meter,” katanya.

Saya di (lokasi) shooting film itu enggak pegang senjata. Saya justru hanya pegang tongkat. Setahu saya yang pegang senjata itu adalah yang polisi-polisi saja,” ujar Torro usai diperiksa sebagai saksi di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

Torro mengaku tak melihat penggunaan senjata api asli saat produksi film bersangkutan.

Artis peran Torro Margens (66), yang terlibat dalam produksi film Detachment Police Operation (D.P.O),mengaku tak menggunakan properti berupa senjata api selama proses shooting film yang dibintangi Gatot Brajamusti itu berlangsung.

Diperiksa, Torro Margens Mengaku Tak Tahu Soal Senpi Gatot | PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

Sejauh ini polisi sudah memeriksa Dewi Aminah (istri Gatot), Siti Alvia Noor (anak Gatot), Salsabila Hasibuan (keponakan Gatot), dan Daniel Pasarela (karyawan Gatot), sutradara film Dedi Setiadi, serta penyanyi Reza Artamevia.

Polisi juga sudah memeriksa pemeran utama wanita film Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita, Nadine Chandrawinata.

Untuk menelusuri lebih lanjut terkait asal-usul dua senjata api ilegal milik Gatot, polisi juga meminta bantuan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak Amerika Serikat (ATF).

Polisi telah menetapkan Gatot sebagai tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal jenis Walther PPK 22 dan Glock 26.

Terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal ini, polisi sebelumnya telah memeriksa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional I Putu Gede Ary Suta. Dia diperiksa karena Gatot mengaku menerima senjata api darinya. Namun, Ary Suta membantah pernyataan Gatot tersebut.

Pesinetron Elma Theana juga telah diperiksa penyidik. Dalam pemeriksaan, Elma mengaku diperlihatkan dua pucuk senjata api milik Gatot. Elma diperiksa karena menjadi salah satu pemeran dalam film yang digarap sutradara Dedi Setiadi berjudul Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita.

Ia menjelaskan, senjata api yang digunakan dalam film D.P.O menjadi tanggung jawab kru bidang properti dan pengarah artistik.

Torro mengaku tidak mengetahui sejauh mana properti senjata api digunakan dalam film tersebut. Sebab, ia mengaku tidak menggunakan properti senjata api dalam film D.P.O.

“Saya di syuting film itu enggak pegang senjata. Saya justru hanya pegang tongkat. Setahu saya yang pegang senjata itu adalah yang berperan sebagai polisi-polisi saja,” tuturnya.

Aktor film Detachement Police Operation (D.P.O) Torro Margens mengklaim tidak tahu soal dua senjata api ilegal milik Gatot Brajamusti. Ia juga mengaku tidak tahu apakah kedua senjata itu pernah digunakan Gatot saat bermain film atau tidak.

“Tadi saya mendapatkan 20 pertanyaan dari penyidik, terkait keterlibatan di film D.P.O itu. Intinya, saya enggak melihat itu (senjata api),” kata Torro usai menjalani pemeriksaan di gedung Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (4/10).

 

 

PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

 


TAGS   Selebriti / Hiburan / Gosip /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive