PT. Kontak Perkasa Futures News

Headshot Diapresiasi di Festival Film Toronto

14 Sep 2016 - 15:53 WIB

Film nasional Headshot memperoleh apreasiasi dari penonton | PT. Kontak Perkasa Futures Cabang Bali

 

Selain di TIFF 2016, Headshot juga akan diputar di sejumlah festival film internasional lainnya salah satunya L’Etrange Festival Paris 2016 yang berlangsung 7-18 September 2016. Film ini rencananya dirilis di tanah air pada Desember 2016, selain itu juga akan diedarkan ke pasar internasional.

Chelsea Islan salah satu pemain yang juga hadir di ajang pemutaran tersebut mengungkapkan keharuannya terhadap apreasiasi penonton yang begitu tinggi.

“Belum pernah saya mengalami apreasiasi penonton seperti ini, apalagi ini untuk premier film internasional,” ujarnya, Selasa (13/9).

Satu lagi film nasional Headshot memperoleh apreasiasi dari penonton saat pemutaran pada sesi Midnight Madness di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) di Kanada. Tercatat 1.300 penonton yang menyaksikan World Premier film yang dibintangi Iko Uwais Chelsea Islan dan Julie Estelle pada Jumat (9/9) malam waktu setempat itu memberikan standing ovation.

Keterangan tertulis dari Screenplay Invfinite Films rumah produksi yang memproduksi Headshot menyebutkan, film laga yang disutradari Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel itu juga mendapat apresiasi dari media setempat.

Headshot Raih Standing Ovation di Toronto Film Festival 2016 | PT. Kontak Perkasa Futures Cabang Bali

Julie Estelle yang juga ikut bermain di film Headshot mendapatkan perhatian cukup banyak dari awak media. Sejak sukses membintangi Hammer Girl, nama Julie memang semakin diakui di kancah internasional. Bahkan, adik dari Cathy Sharon ini berkesempatan untuk melakukan sesi wawancara dengan LA Times, Indiewire dan Getty Image. Julukan femme fatale in international action cinema pun diberikan Screen Anarcy untuk kepiawaian Julie.

Setelah Toronto International Film Festival 2016, Headshot juga akan diputar di L’Etrange Festival Paris 2016 yang digelar 7-18 September 2016. Dengan sederet prestasi yang telah ditorehkan Headshot di ajang internasional ini diharapkan dapat pula mendapat apresiasi besar di Tanah Air. Rencananya, Headshot akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada akhir tahun 2016 mendatang.

“Paduan koreografi menawan, kamera yang dinamis dan editing yang manis, Tjahjanto dan Stamboel menghasilkan tempo adegan laga begitu enak dinikmati,” tulis The Hollywood News. Tepuk tangan berkepanjangan yang ditunjukkan untuk film Headshot ini membuat Chelsea Islan sebagai pemeran Ailin merasa terharu.

“Belum pernah saya mengalami apresiasi penonton seperti malam ini. Apalagi ini untuk film premiere film internasional. Saya terharu melihat antusiasme penonton,” ungkap Chelsea Islan. Kehadiran sosok Ailin dalam film Headshot memang telah memberikan warna tersendiri, membuat Headshot menjadi lebih drama emosional.

Antusiasme tinggi didapatkan film Headshot saat diputar perdana di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2016. Tayang pada sesi Midnight Madness, Jumat (9/9) tengah malam waktu Toronto, film yang dibintangi Iko Uwais ini mendapat standing ovation dari sekitar 1300 penonton yang memadati Ryerson Theater, 350 Victoria Street, Toronto, Kanada.

Pujian demi pujian pun dilayangkan sejumlah media yang meliput. “Headshot tak pernah kekurangan adegan menghibur. Letupan senjata sepanjang film begitu menawan digarap Mo Brothers. Termasuk adegan drama yang cukup emosional mampu menarik empati penonton,” tulis The Playlist.

Iko Uwais Tuai Pujian di TIFF 2016 | PT. Kontak Perkasa Futures Cabang Bali

Iko pun sangat senang filmnya kembali disukai masyarakat dunia. Pada layar lebar kali ini, dia memang lebih matang dalam berakting. Itu karena Timo dan Kimo lebih banyak memberikan keleluasaan dalam penggarapan adegan laga.

“Saya harus bisa menjadikan adegan laga yang nampak seperti biasa menjadi luar biasa. Urusan koreografi laga, kami dituntut harus lebih kreatif. Kami harus memikirkan scene laga yang belum pernah dibuat sebelumnya. Biar tidak terkesan seperti pengulangan. Kami masih pergunakan beladiri silat sebagai dasar adegan laga, meskipun tidak murni silat,” jelas Iko.

Sebanyak 1.300 penonton TIFF 2016 di Ryerson Theater, 350 Victoria Street, Toronto, Kanada ini mengakui drama yang dibuat sutradara Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel ini memberi daya tarik. “Pas sekali peran protagonis yang dimainkan Iko Uwais,” puji The Hollywood News dari rilis yang diterima Sindonews.

Karakter Ishmael berubah seiring kembalinya ingatannya. Ishmael menemukan kepingan masa lalunya yang hilang. Ini bagian drama yang juga banyak dipuji di sesi tanya jawab. Apresiasi juga dilontarkan Screen Anarcy, “Iko Uwais melakukan banyak hal (eksperimen laga) yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” katanya.

Iko Uwais mendapat perhatian penonton saat menghadiri Toronto International Film Festival (TIFF) 2016 akhir pekan lalu. Banyak yang meminta suami penyanyi Audy Item ini untuk foto bersama dan meminta tanda tangan saat berjalan di karpet merah.

Kendati film Headshot yang dibintanginya itu belum diputar, tetapi kepopulerannya membintangi sejumlah layar lebar, cukup membuat dirinya menjadi idola. Sebut saja Merantau dan The Raid yang mendapat apresiasi serta penghargaan dari dunia internasional.

Pecinta film juga penasaran dengan film drama laga terbarunya itu. Hasilnya pun tidak meleset. Iko yang berperan sebagai Ishmael kembali mendapat pujian, di mana dia mengalami amnesia dan mendapat pertolongan dari dokter muda bernama Ailin (Chelsea Islan).

 

 

PT. Kontak Perkasa Futures Cabang Bali


TAGS   Film /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive